Postingan

Menampilkan postingan dengan label SBY

Bamsoet Meminta KPK Untuk Lanjutkan Kasus Century Supaya Tuntas

Gambar
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Bambang Soesatyo ( Bamsoet )  meminta KPK untuk menindaklanjuti putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi bailout  Bank Century  yang melibatkan mantan petinggi-petinggi Bank Indonesia. Bamsoet  juga menanggapi polemik artikel media asing Asia Sentinel soal skandal  Bank Century  yang menyeret Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kasus pencucian uang. Sebagai inisiator Hak Angket  Century  pada saat itu,  Bamsoet  meminta KPK untuk segera menuntaskan skandal  Bank Century , ia juga telah merekomendasikan dugaan perbuatan melanggar hukum. Oleh sebab itu yang bisa dilakukan sekarang ini adalah mendesak KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Ketua DPR ini juga meminta agar kasus ini tidak dibiarkan menggantung. "Jangan sampai ini (kasus  Bank Century ) terus menggantung dan merugikan SBY itu sendiri," tegas...

Setnov Akan Buka Suara Soal Keterlibatan SBY dalam Kasus Century di KPK

Gambar
Polemik tentang skandal Bank Century kembali muncul ke publik menjelang Pemilu 2019. Mantan ketua DPR RI Setya Novanto ikut-ikutan mengomentari perihal masalah ini. "Kalau Century , memang saya kebetulan ketua fraksi saat itu. Jadi itu memang harus dituntaskan masalah Century dan saya siap bantu KPK ," ucap Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018). Setya Novanto mengaku akan mengungkap secara detail dan sejelas-jelasnya terkait keterlibatan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) dalam kasus korupsi Bank Century yang telah merugikan negara triliunan rupiah. Hal itu diungkapkan Setya Novanto saat menjawab pertanyaan awak media terkait ada atau tidaknya kemungkinan keterlibatan SBY dalam kasus pemberian persetujuan penetapan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada PT Bank Century . "Nanti saya akan ungkap sejelasnya di KPK nanti," kata Novanto (sapaan akrab Setya Novan...